Dalam kehidupan ini sering kita lihat orang sangat mudah berputus asa. Ekonomi sulit putus asa, pilkada kalah putus asa, skripsi nggak kelar-kelar putus asa, bisnis seret putus asa, masalah keluarga jiwa guncang, bhkan pacaran gagal bunuh diri.
Coba kita lihat kehidupan para pendahulu kita, mereka yang malang melintang di dunia pendidikan, politik, sosial, ekonomi. Abubakar Ashidiq sosok sahabat rosul yang mulia, keimanannya sempurna, siap menginfaqkan hartanya untuk perjuangan da'wah Islam, sangat menginginkan kejayaan Islam dan kaum muslimin, perhatikan begaimana ketika mendampingi rosulullah SAW hijrah ke Madinah dibawah bayangan kejaran orang-orang kafir, sahabat mulia ini bersama Rosulullah bermalam di gua Tsur, tak peduli dengan dinginnya malam sengatan binatang berbisa tetapi yang ditakutkan adalah keselamatan Junjungannya nabiallah Muhammad SAW. Baca QS At-Taubah ayat 40. "Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musrikin Mekah) sedang dia adalah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya "Janganlah kamu berduka cita , sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan ketenanganNya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan Kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Karenanya kalau kehidupan kita adalah untuk kebahagiaan yang abadi, jangan bersedih hanya karena masalah sempitnya ekonomi bahkan tertundanya kesuksesan, sebab pada hakekatnya kehidupan kita adalah gerak menuju kesuksesan. L
Tidak ada komentar:
Posting Komentar